2.9.06

catatan kehamilan: olahraga ibu hamil

waktu hamil bulan-bulan pertama di Bandung, saya masih suka ke gym dengan Sami. biasanya saya cuma jalan di treadmill (ga pake jogging) dan angkat-angkat beban yang ringan-ringan aja. sesekali kita juga renang, tapi karena saya lagi hamil, saya ga berani renang nonstop bolak-balik seperti biasanya.

akhirnya pada minggu ke-18, saya ikut kelas yoga khusus untuk ibu hamil di salah satu rumah sakit bersalin di Bandung. dulu waktu di Jakarta, saya sempat satu kali ikut kelas yoga dan memutuskan untuk tidak menyukainya karena gerakan-gerakannya yang sangat lambat, bikin ngantuk dan lemas sampai sakit kepala. Hehe, aneh ya? padahal yoga should be fun and relaxing, tapi buat gue kok ga? makanya waktu itu cuma ikut sekali aja, trus udah. mending body combat aja deh.

pertama-tama ikut kelas yoga hamil, saya pun merasa begitu. “ini olahraga apa sih, ga keringetan, ga ngaruh gini..” tapi setelah pertemuan ke-2 baru saya merasakan manfaatnya, apalagi buat ibu hamil. gerakan-gerakan yoga itu lebih mengarah pada stretching, jadi kerasa banget untuk otot-otot punggung, pinggang dan kaki yang udah mulai pegal-pegal menahan beban perut yang kian membesar tiap minggu. selain itu, yoga juga mengajarkan teknik pernapasan yang bagus untuk relaksasi. tau dong, kalau ibu hamil lebih emosional dan mudah stress. akhirnya saya pun bisa menikmatinya.

ga kerasa, kehamilan saya memasuki bulan ke-7. saat itu saya lagi senang-senangnya yoga hamil, tapi sayang sekali saya harus beralih ke kelas senam hamil, yang lebih mempersiapkan kondisi ibu hamil untuk persalinan.

pertama kali ikut kelas senam hamil, saya ga tahan untuk ketawa-ketiwi sendiri. saya baru tau kalau instruksi gerakan senam hamil itu bukan dari seorang ibu instruktur secara live tapi melalui kaset (walaupun tetep ada instruktur sih untuk ngebimbing peserta)! Hahaha, serasa SKJ jaman SD gini! Suara narator di kaset terdengar sangat oldies, seperti suara ibu-ibu pemberi penyuluhan kesehatan di TVRI tahun 90-an.

sama seperti yoga, pada pertemuan pertama saya kurang bisa menikmati senam hamil. tetapi setelah 2 kali pertemuan, barulah saya bisa merasakan manfaat dan mengerti maksud dan tujuannya, seperti gerakan-gerakan senam untuk menguatkan otot perut dan otot dasar panggul (otot yang konon sangat dipakai untuk melahirkan nanti) serta teknik pernafasan pada saat mengalami kontraksi dan pada saat mengejan nanti.

trus banyak yang bilang kalau jalan kaki juga sangat baik untuk ibu hamil. paling tidak 1 jam sehari, katanya. apalagi buat yang udah hamil tua, jalan kaki bisa membantu posisi kepala janin berada di jalan lahir. teman saya menyarankan, kalau malas jalan kaki pagi-pagi di lapangan atletik, jalan-jalan aja ngelilingin mall sambil window shopping!

sekarang usia kehamilan saya sudah memasuki minggu ke-38. ga kerasa, akhir bulan ini insyaAllah saya akan melahirkan. dari awal kehamilan, saya sudah bertekad untuk membuang jauh-jauh rasa malas (konon hamil bisa membuat malas), dan menjadi ibu hamil yang sehat dan kuat (–halah!). olahraga bagi ibu hamil bisa menjadi kebiasaan yang baik dan membuat si ibu tidak malas, membuat otot-otot menjadi lebih lentur dan tidak kaku sehingga ga terlalu berasa pegal-pegal, dan bisa membantu menjaga kondisi badan agar tetap fit. makanya, bumils.. jangan pada malas dan takut berolahraga ya ;)

1 comment:

  1. Bener. Gue waktu hamil, duh... Kayak babi deh malesnya. Maunya makan, tidur, makan, tidur. Jalan kaki makin males. Paling berenang aja. Tapi pas udah kayak ikan paus, berenti :p Gantinya senam hamil di rumah sakit. Hasilnya: Sesar! =))

    Tetep olah raga yaaaaa... :)

    ReplyDelete