4.5.06

delay post

Rabu, 26 April 2006

udah 3 hari ini saya kesulitan bernapas (dalam arti sebenarnya, lho –– bukan karena belum gajian, hehe). rasanya dada seperti tertimpa beban berat sehingga napas menjadi pendek-pendek. awalnya sesak napas ini saya rasakan setelah makan malam 2 hari yang lalu. saya pikir mungkin kekenyangan. tapi kok pada saat menjelang tidur, napas saya masih saja sesak? saya pun mencoba tidur dalam posisi setengah duduk. lama-kelamaan napas saya menjadi lebih lega dan saya pun bisa tidur nyenyak dalam posisi tidur menyamping (posisi tidur favorit).

besoknya, gejala itu datang lagi. kali ini sore hari, waktu lagi beresin buku-buku dan berkas-berkas jaman kuliah. kenapa lagi nih? kecapekan? tapi masa sih cuma gara-gara beres-beres begini aja?

akhirnya tadi malam pun saya ke dokter. padahal belum saatnya untuk kontrol. dokter bilang sih (karena saya bukan penderita asma) kemungkinan dari gas lambung berlebih yang kemudian naik ke paru-paru sehingga mengakibatkan sesak napas. hmm mungkin juga, mengingat belakangan ini saya sering banget bersendawa, kentut-kentut dan perut rasanya kembung. saya pun dianjurkan untuk menghindari makanan pedas, asam, dan minum kopi. damn! untuk dua yang terakhir sih ga masalah, tapi makanan pedas? oh, no! bisa ga selera makan saya!

pagi ini setelah Sami berangkat ke kantor, tiba-tiba kerasa gitu lagi. oh, aku kenapa? apa mungkin ini gejala asma? atau gejala lainnya?

sebenernya asma udah bukan penyakit yang aneh di keluarga saya. baik dari pihak ayah dan ibu sama-sama membawa dan menderita penyakit turunan ini. adiku udah menderita asma sejak bayi. masa-masa kronis adiku sebenarnya udah lewat, sekarang sih dia jarang kambuh, namun asmanya bisa muncul kalau dia sedang flu. tapi itu juga ga selalu. sedangkan asma pada ayahku baru muncul sekitar 4 tahun lalu. gejala awalnya mirip dengan yang saya alami, kesulitan bernafas pada saat menjelang malam hari. akhirnya diketahui bahwa salah satu alergi ayahku adalah udara malam yang dingin yang bisa mengakibatkan sesak napas.

bahkan suamiku sendiri pun penderita asma. alerginya pada debu dan udara dingin. jadi ga heran kalau pagi-pagi dia “biasa” bersin-bersin, mengalami hidung mampet sampai mengeluarkan lendir. apalagi sekarang di bandung! tapi sekarang udah lumayan sih, ga separah waktu minggu-minggu pertama. mungkin tubuhnya udah bisa menyesuaikan dengan udara pagi yang dingin di sini.

setelah mencari info di buku New Natural Pregnancy, Janet Balaskas, saya mengetahui kalau gejala sulit bernapas memang bisa saja dialami oleh ibu hamil. biasanya akan muncul setelah melakukan gerakan fisik yang ringan. tapi kalau gejala itu muncul pada situasi lain, kemungkinan si ibu hamil mengalami kelebihan berat badan, anemia, tidak sehat atau diet yang berlebihan. susah bernapas biasanya dialami pada kehamilan tua, dan jika bayi yang dikandung besar atau kembar. anemia bisa mengakibatkan sesak napas karena kurangnya konsentrasi hemoglobin yang membawa oksigen dalam sel darah merah. selain itu anemia juga bisa menyebabkan jantung berdebar, karena selama hamil jantung harus bekerja lebih keras agar volume darah yang dipompa dalam tubuh meningkat agar suplay oksigen juga sampai ke jabang bayi. jadi kalau kurang sel darah merah (alias anemia) jantung akan semakin kencang bekerja. selain anemia, kecemasan juga bisa memicu jantung berdebar.

nah, lho.. jadi penyebab pada diri saya yang mana ya? dumdidumdidum.. ya, apapun penyebabnya sekarang ini saya akan mencoba melakukan saran dokter, yaitu lebih menjaga makanan: menghindari pedas+asam+kopi, banyak mengkonsumsi makanan yang mengandung mineral dan vitamin yang dibutuhkan untuk pembentukan hemoglobin: besi, zinc, cobalt, vitamin b1+b2, asam folik dan vitamin c, yang dapat membantu tubuh menyerap zat besi. selain itu juga melakukan olahraga lebih teratur, latihan pernapasan, meditasi, relaksasi dan lebih sering bertukar cerita dengan teman atau kerabat.

hmmm, kayaknya udah saatnya ikutan yoga hamil nih!

2 comments:

  1. serem amat :(

    Ati-ati ya Ky... Memang mungkin sebaiknya jaga makanan. Eh, elu gak ngerokok kan? (pertanyaan bodoh..huahahaha)

    Take care :)

    ReplyDelete
  2. Gejala lo sama banget ama gastritis gue. Sesak napas karena asam lambungnya berlebih. Kentut or sendawa bakal bikin perut lo enak (karena gasnya keluar jd ga kembung dan merasa tertusuk). Tapi emang gastritis biasanya menyerang yang biasa punya maag. Gastritis ini utk maag yg udah akut, jdnya kulit lambungnya 'tipis' dan penuh luka..Hikkk...

    Jadi mendingan emang diatur makannya. Tau ga, klo susu juga bisa bikin asam lambung berlebih?
    Take care, dear :)

    ReplyDelete